Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau pengoperasioan peralatan barang atau benda. Kerja fisik itu telah dilakukan atau peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yang mengdemosntasikan (guru, peserta didik, atau orang luar) mempertunjukkan sambil menjelaskan tentang sesuatu yang didemonstrasikan.
Dalam mengajarkan praktek-praktek agama, Nabi Muhammad sebagai pendidik agung banyak mempergunakan metode ini. Seperti mengajarkan cara wudhu’, shalat, haji dan sebagainya.
Dalam suatu hadist pernah Nabi menerangkan kepada umatnya; sabda Rasulullah SAW: “Sembahyanglah kamu sebagaimana kamu lihat aku sembahyang” (H.R. Bukhari).
Bila kita perhatikan hadist tersebut, nyatalah bahwa cara-cara sembahyang tersebut pernah dipraktekkan dan didemonstrasikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Sabda Rasulullah lagi: dari Djabir, katanya: “Saya melihat Nabi Muhammad SAW melontarkan jumrah di atas kendaraan beliau pada Hari Raya Haji, lalu beliau berkata: “Hendaklah kamu turut cara-cara ibadah
sebagaimana yang aku kerjakan ini, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui apakah aku akan dapat mengerjakan haji lagi sesudah ini.”
Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau pengoperasian peralatan barang atau benda. Kerja fisik itu telah dilakukan atau peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yang mendemonstrasikan (guru, peserta didik atau orang luar) mempertunjukkan sambil menjelaskan tentang sesuatu yang didemonstrasikan.
 |
Metode Demonstrasi |
Kebaikan Metode Demonstrasi:
a. Keaktifan peserta didik akan bertambah, lebih-lebih kalau peserta didik diikut sertakan.
b. Pengalaman peserta didik bertambah karena peserta didik turut membantu pelaksanaan suatu demonstrasi sehingga ia menerima pengalaman yang bisa mengembangkan kecakapannya.
c. Pelajaran yang diberikan lebih tahan lama. Dalam suatu demonstrasi, peserta didik bukan saja mendengar suatu uraian yang diberikan oleh guru tetapi juga memperhatikannya bahkan turut serta dalam pelaksanaan suatu demonstrasi .
d. Pengertian lebih cepat dicapai. Peserta didik dalam menanggapai suatu proses adalah dengan mempergunakan alat pendengar, penglihat, dan bahkan dengan perbuatannya sehingga memudahkan pemahaman peserta didik dan menghilangkan sifat verbalisme dalam belajar.
e. Perhatian peserta didik dapat dipusatkan dan titik yang yang dianggap penting oleh guru dapat diamati oleh peserta didik seperlunya. Sewaktu demonstrasi perhatian peserta didik hanya tertuju kepada suatu yang didemonstrasikan sebab peserta didik lebih banyak diajak mengamati proses yang sedang berlangsung dari pada hanya semata-mata mendengar saja.
f. Mengurangi kesalahan-kesalahan. Penjelasan secara lisan banyak menimbulkan salah paham atau salah tafsir dari peserta didik apalagi kalau penjelasan tentang suatu proses. Tetapi dalam demonstrasi, disamping penjelasan lisan juga dapat memberikan gambaran konkrit.
g. Beberapa masalah yang menimbulkan petanyaan atau masalah dalam peserta didik dapat terjawab pada waktu peserta didik mengamai proses demonstrasi.
h. Menghindari ”coba-coba dan gagal” yang banyak memakan waktu belajar, di samping praktis dan fungsional. Khususnya bagi peserta didik yang ingin berusaha mengamati secara lengkap dan teliti atau jalannya sesuatu.
Kelemahan Metode Demonstrasi:
a. Metode ini membutuhkan kemampuan yang optimal dari pendidikan untuk itu perlu persiapan yang matang.
b. Sulit dilaksanakan kalau tidak ditunjang oleh tempat, waktu dan peralatan.
Suatu demonstrasi yang baik membutuhkan pesiapan yang teliti dan cermat. Sejauh mana persiapan itu dilakukan amat banyak tergantung kepada pengalaman yang telah dilalui dan kepada macam atau demonstrasi apa yang ingin disajikan. Secara umum dapatlah dikatakan bahwa untuk melakukan demonstrasi yang diperlukan:
a. Perumusan tujuan instruksional khusus yang jelas yang meliputi
berbagai aspek, sehingga dapat diharapkan peserta didik itu akan dapat melaksanakan kegiatan yang didemonstrasikan itu setelah pertemuan berakhir. Untuk itu hendaknya guru mempertimbangkan:
1) Apakah metode itu wajar dipergunakan dan merupakan cara paling efektif untuk mencapai tujuan intrusional khusus tersebut.
2) Apakah alat-alat yang diperlukan itu mudah diperoleh dan sudah dibacakan terlebih dahulu atau apakah kegiatan-kegiatan fisik bisa dilakukan dan telah dilatih kembali sebelum demonstrasi dilakukan.
3) Apakah jumlah peserta didik tidak telalu besar yang memerlukan tempat dan tata ruang khsusus agar semua peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif.
b. Menetapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan. Dan sebaiknya sebelum demonstrasi, guru sudah mencobakannya lebih dahulu agar demonstrasi itu tidak gagal.
1) Apakah guru terbiasa atau memahami benar terhadap semua langkah-langkah atau tahap-tahap dari demonstrasi yang akan dilakukan.
2) Apakah guru mepunyai pengalaman yang cukup untuk menjelaskan setiap langkah demonstrasi itu.
3) Apakah tidak membutuhkan latihan lanjutan untuk menguasai demonstrasi itu.
c. Mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan. Hendaknya guru sudah merencanakan seluruh waktu yang dipakai maupun batas waktu untuk langkah demonstrasi yang akan dilakukan sehingga pertanyaan-pertanyaan di bawah ini terjawab.
1) Apakah kendalanya juga sudah termasuk waktu untuk memberi kesempatan kepada peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi?
2) Berapa lama waktu yang dipakai untuk memberi rangsangan atau motivasi agar peserta didik berpartisipasi dan melakukan observasi ulang, baik sebagian maupun keseluruhan?
3) Apakah ke dalamnya juga termasuk waktu untuk mengadakan demonstrasi ulang, baik sebagian maupun keseluruhan?
d. Selama demonstrasi berlangsung guru dapat mempertanyakan kepada diri sendiri apakah:
1) Keterangan-keterangan itu dapat didengar jelas oleh peserta didik.
2) Kedudukan alat atau kedudukan guru sendiri sudah cukup baik sehingga semua peserta didik dapat melihatnya dengan jelas.
3) Terdapat cukup waktu dan kesempatan untuk membuat catatan seperlunya bagi peserta didik.
e. Mempertimbangkan pengguanan alat bantu pengajaran lainnya, sesuai dengan luasan makna dan isi dari demonstrasi. Untuk itu dapat dipertanyakan hal-hal berikut:
1) Adakah guru menyimpulkan kegiatan dari setiap langkah-langkah pokok demonstrasi itu.
2) Bagaimana dan kapan dilakukan semua hal-hal itu, sebelum, sesudah atau selama demonstrasi itu berlangsung.
f. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan murid. Seringkali perlu telebih dahulu dilakukan diskusi-diskusi dan peserta didik mencobakan kembali atau mengadakan demonstrasi ulang untuk memperoleh kecakapan yang lebih baik.
Langkah-langkah perencanaan dan persiapan yang perlu ditempuh agar metode demonstrasi dapat dilaksanakan dengan baik adalah sebagai berikut:
• Persiapkan alat-alat yang diperlukan.
• Guru menjelaskan kepada anak-anak apa yang direncanakan dan apa yang akan dikerjakan.
• Guru mendemonstrasikan kepada anak-anak secara perlahan-lahan, serta memberikan penjelasan yang cukup singkat.
• Guru mengulang kembali selangkah demi selangkah dan menjelaskan alasan alasan setiap langkah.
• Guru menugaskan kepada siswa agar melakukan demonstrasi sendiri langkah demi langkah dan disertai penjelasan.